kenapa terjadi
<!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Ketika aku menemukan seseorang yang berarti untuk diriku
Yang sangat aku sayangi dan ku cintai separuh hatiku
Kini aku harus melepaskan dirinya untuk kebahagian orang lain
Orang yang mungkin dekat denganku
Ini yang ke sekian kalinya aku harus mengalah untuk cinta.
Demi kebahagian orang yang didekatku,
Aku rela menyakiti diri aku sendiri.
Mengapa ketika aku mencintai seseoranng
Ada orang yang didekat kita menyukainya juga.
Kapan ini akan berakhir/????????????
lover
Hilir angin mengayun indah
Menghujamangan menyentuh hati
Bangkitkan gairah tuk gapai asa
Melepas segala duka yang tertunda
Menepis luka yang q derita..
Oh cinta…..
Yang ku puja sepanjang waktu
Ku merindukan …kehadiranmu
Datanglah padaku…bawakan aku kasih mu
Cinta yang ku raih tuk 1arti
Arti hidup yang gemilau
Menerpa segala cakcawara dunia
Tuk menempuh bahagia…..
Derail lembut indah gemilang
Cahaya hati nan suci menembus jiwa
Bagai teriris layung derita
Aku terhujam di laut cinta
Mengayun kencang menghentak langit
Hanya tuk mengutarakan kata hati
Yang ku pendam selama ini.
SUSAH UNTUK UNGKAPKAN
<!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Aku hanyalah wanita yang
mengagumi dirimu semenjak masuk universitas ini.
Aku selalu memerhatikan dirimu dari kejauhan yang tak akan kamu lirik.
Aku ingin meraihmu tapi tak tergapai olehku.
Aku berusaha untuk selalu
disisimu
Tapi malah membuatmu menjauh
dariku
Bahkan, saat kamu ulang tahun,
aku sulit memberi ucapa
dan mengutarakan isi hatiku.
skenario
Skenario “KYAI SEHARI”
TARDI dan NINING adalah suami istri, Sebelum mereka menikah semua komitmen telah disepakati dan yang NINING tahu bahwa TARDI telah bekerja sebagai pegawai . Orangtua NINING adalah tipe orangtua yang sangat mengkhawatirkan anaknya ,namun apalah harus dikata untuk kebahagiaan anaknya Orangtua seperti mereka harus merelakan anaknya .
Ternyata setelah sembilan tahun mereka menikah dan memiliki seorang putri bernama RANI, NINING baru tahu pegawai seperti apa suaminya itu.Walaupun NINING merasa tidak betah dan perkawinan mereka tidak lancar namun NINING selalu sabar dan tidak pernah mengadu kepada orangtuanya karena NINING yakin bahwa suatu saat suaminya itu akan senantiasa sadar akan perbuatannya .Kini NINING-lah yang menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan TARDI masih tetap menjadi pegawai rendahan di terminal sebagai preman karena ia tidak mampu menghasilkan uang yang cukup untuk kebutuhan keluarga .
NINING yang memang ingin menutupi keburukan suaminya mulai berbohong namun semua itu terbongkar dan ia tengah merasa tertekan mengingat kabar keberadaan Suaminya sebagai calo serta preman di Terminal telah tersiar ke tempat kerjanya, yaitu Local Education Centre (LEC).
Dalam sebuah pesta minum di sekitar terminal, BADRUN, teman TARDI meninggal menjadi korban balas dendam anak buah TARDI . Kejadian itu ternyata telah membuat mata TARDI terbuka dan ingin insaf serta kembali ke jalan yang benar.
TARDI mulai gelisah ia tidak dapat tidur dengan tenang bayangan sahabat lamanya itu terus menghantuinya ,kematiannya yang tragis membuat TARDI berpikir bahwa mati bisa kapan saja tanpa disangka .
Hari selanjutnya bertepatan dengan hari jum’at TARDI ingin sekali menunaikan apa yang harus ia lakukan dengan menyandang nama agamanya ISLAM yaitu sholat ya…….walaupun ia tidak terbiasa dan terlambat sholat subuh namun ia tetap bersiteguh pada dirinya bahwa ia harus sudah melaksanakan kewajibannya .
NINING yang mendengar suaminya mau ikut shalat merasa bingung tidak tahu apa yang harus ia lakukan karena ia tidak punya uang untuk membeli baju yang pantas bagi suaminya .Maka iapun berlari ke rumah tetangganya yang kebetulan seorang KYIAI untuk meminjam baju bagi suaminya .KYIAI itu sempat kaget namun ia bersedia untuk meminjamkan pakaiannya lengkap dengan peralatannya pada NINING .
Penampilan TARDI dalam pakaian yang tak biasanya membuat tetangganya pangling bahkan menyangkanya sebagai seorang Kyiai yang tengah bertamu ke rumah NINING. Semua orang menghormatinya dan tidak ada yang berani berjalan di depannya hingga mesjid . Ia duduk di pinggir bagian tengah Mesjid. Secara kebetulan hari itu, Khotib yang seharusnya memberikan khotbah Jum’at berhalangan hadir karena sakit. Ketua DKM mempersilahkan TARDI yang dikenalnya sebagai Kyiai yangdatang sebagai tamu, untuk memberikan khotbah.
Dalam kekhusuan thaubatnya serta dalam kebingungannya karena tak tahu apa yang mesti disampaikan pada khutbah itu, TARDI terdiam. Sementara itu Hadirin Sidang Jum’at menyangkanya bahwa Ia menginginkan suasana mesjid yang tenang, hingga kemudian Hadirin saling berbisik untuk menyuruh diam pada sesamanya.
Dalam kebingungan itu, kata yang keluar dari mulut TARDI hanyalah perintah agar Hadirin keluar dari bangunan mesjid itu. Dalam kebingungannya para hadirin hanya bisa menurut Khotib yang menyuruhnya keluar, hampir bersamaan dengan keluarnya orang yang paling terakhir/belakangan, mesjid itu rubuh karena memang bangunannya yang telah tua bersama TARDI didalamnya .
Sedangkan gossip yang beredar dikalangan masyarakat bahwa Kyiai tersebut telah ma’rifat sehingga waspada dan tahu akan keberadaan mesjid yang akan roboh. ***
TRADE MARK
01. EXT. SEKITAR TERMINAL. SORE
Para Calo, Tardi, seorang wanita tua, Figuran Penumpang
MUSIC : Theme Song / Illustrasi
Tampak kesibukan di sekitar Terminal yang mulai berkurang karena hari menjelang malam.PARA CALO yang sejak pagi masih tidak puas mendapatkan uangnya berusaha mencari penumpang, sebagian lainnya tengah bermain kartu. TARDI mendekati seorang WANITA TIDAK TERLALU TUA yang bingung harus menaiki mobil yang mana.
TARDI
Bandung Bu…..Bandung!
WANITA
Bukan !
Jawab ibu itu ketus
TARDI
Arah tujuan Ibu mau kemana Bu?
Tasik ,Jakarta atau…..
IBU
Mau ke Ciamis !
Sahut ibu itu lagi ketus
TARDI
Jangan Judes atuh Bu!
Bilang atuh dari tadi mau ke Ciamis
Sore itu keadaan telah lengang, sedikit-sedikit mata TARDI melihat kearah tas ibu itu dan ketika ibu itu lengah TARDI langsung menggaet tas ibu itu dan lari sekencang mungkin .
IBU
Copet…..copet……tolong…….ada copet
Eh..eh..ehh bukan copet jambret….jembret… jambret….. tolong… tolong …. Ada jambret
Sahut IBU itu kelabakan .
Keadaan hening itupun kembali ramai penjaga ruko atau yang lainnya mengejar TARDI.
ORANG YANG MENGEJAR
Kemana BU jambretnya !
IBU
Kesana Nak !
(sambil menunjukkan arah yang dimaksud)
tolong Nak ,tolong tangkap orangnya tas Ibu di Jambret.
Semua orang langsung berlari kearah yang ditunjuk ibu tadi , kaki TARDI sempat terlihat ketika membelok ke persimpangan jalan .Semua orang bersemangat mengejarnya sambil berteriak copet…….copet. Namun di persimpangan jalan TARDI bersembunyi sehingga semua orang merasa bingung harus mencarinya kemana .
CUT TO.
02. EXT. SEKITAR JALAN . MALAM
Tardi, tukang gerobak sampah
TARDI berjalan terseok-seok sambil membawa botol minuman matanya merah ,rambutnya acak-acakan pikirannya tak sadar .Seorang PEMULUNG SAMPAH melihatnya dengan perasaan jijik .
TUKANG SAMPAH
Punya uang dipake judi ,banyak uang dipake mabok,punya kekuasaan di pake korupsi, punya kekuatan dipake nakut-nakutin orang, dasar jaman udah sinting. Kenapa….. orang nggak mau sadar kan kita sama dimata Tuhan, yah…, tahu lagi krisis, negara lagi banyak utang, eh…. Ini dipake ngak bener….. .hmmm……(menggeleng-geleng kan kepala )dasar manusia nggak sadar mau mati .
(meneruskan mendorong gerobaknya).
TARDI
Si Badrun emang pinter tapi lebih pinter lagi kalau dia mau ngasih duitnya ma gua .
TARDI jatuh tersungkur tersilap batu ,botolnya jatuh dan pecah .
TARDI
Beraninya lo ama gue nggak sadar lo bakal gue abisin ,awas lo kalau gue bangun gue tendang lo , gue pukul lo ampe bonyok , ampe nggak ada nyawanya .(disadari botolnya nggak ada ditangan )
Siapa sih ? botol gue mana kok ngilang (disadari di depannya batu )Sialan kenapa ada batu disini ,pergi lo dari situ .batu sialan !
TARDI berjalan kembali dengan terseok-seok Sambil berkata sesuatu yang tidak di mengerti .Malam sudah sangat gelap dan sepi sekali karena semua orang sudah tertidur lelap .
CUT TO.
03. EXT. LUAR RUMAH TARDI . MALAM
NINING, TARDI
TARDI tiba di depan rumah ,keadaannya memang sudah tidak baik ,dia mabuk dan berteriak –teriak menggedor-gedor pintu.
TARDI
Ning……..buka ,Ning kalau pintunya nggak di buka gue teriak nih .Nggak kasian nih ama suami lo Ning……….
NINING
Iya Kang……..iya .
(Suara dari dalam rumah)
NINING membuka pintu ,lalu menarik TARDI ke dalam .
CUT TO.
04. INT. RUMAH TARDI-KAMAR . MALAM
Tardi , Nining
Dengan jalan yang sempoyongan TARDI masuk ke rumah .Dan langsung pergi ke kamar dan membaringkan diri di kasur. NINING membuka sepatu suaminya itu .
NINING
Akang ini ngetuk pintu sekali aja kan kedengaran Kang ,malu atuh Kang ama tetangga ,ngeganggu mereka , apa akang juga nggak kasian ngeliat si Rani tidur pulas bangun .
Dilihat suaminya sudah tertidur pulas ,NINING pun menggeleng-gelengkan kepalanya .
NINING
Akang ……….akang coba akang mau dengerin Nining dulu sebelum tidur (duduk di pinggir kasur) ,kang akang bangun (menggoyang-goyangkan badannya)
TARDI
Hmmmm…….
NINING
Ah si Akang mah..(kepala TARDI DIUSAP-USAP NINING) Akang kalau tidur lucu ih …Nining mah kalau akang tidur teh suka inget waktu akang ketiduran di mesjid buat nungguin Nining . Sekarang walaupun akang suka mabok Nining mah tetep cinta ama akang teh (TARDI TIDUR NGOROK) Euleuh-eleuh diomongin teh malah ngorok lagi si akang mah .geser ka ditu ah . (menggeser suaminya)
CUT TO.
05. INT. RUMAH TARDI .PAGI
Tardi ,Nining ,Rani
Kebetulan hari itu NINING kerja siang hari begitupula anaknya Rani yang sekolah siang ,sejak pagi NINING sudah beres-beres namun ia bingung karena yang ada hanya nasi .Anaknyapun hanya makan dengan nasi campur garam .
NINING
Rani kamu sudah beresin buku buat nanti siang sekolah ! .
TARDI
Udah!bu….. .bu kata guru Rani ,Rani harus cepet bayar uang SPP katanya juga ama SPP yang udah lima bulan nunggak .kalau sekarang nggak bayar SPP lagi katanya raport Rani nggak akan dikasiin lagi, malu dong bu, masa setiap dibagi lapor, rani engak pernah tahu isi rapornya.
NINING
Coba nanti kamu minta sama bapamu itu mungkin aja dikasih .Hari ini ibu nggak punya uang, hari ini kan bukan hari gajian ibu ,tapi besok pasti ada .
RANI
Bu setiap Rani minta uang selalu saja bilang seperti itu, tapi….. Rani coba deh minta sama Bapak.
TARDI bangun hari sudah siang ,dengan baju yang bau alcohol ,rambut acak-acakan dan mata yang merah ia memasuki dapur dan duduk di kursi .
TARDI
Ning siapin kopi ama makan aku lapar nih !
NINING
Apa nggak baiknya akang mandi dulu ,badan akangkan bau, kan engga enak makannya kang, dengan badan bau seperti itu, dilihat anak kan engga baik kang. Sanah mandi dulu……
TARDI
Kamu nggak ngeerti bahasa saya apa ? ,saya lapar …cepet siapin makan ,nasi kek apa kek, saya kan harus kerja (teriak),jadi istri udah berani ngebantah suami, ngajak debat lagi kayak udah jadi anggota DPR aja.
Rani datang mendekati TARDI .
RANI
Pa………kemarin Rani maen di rumah Tika ,Rani di ajak maen boneka ,bonekanya lucu-lucu deh pa… Rani mau deh pa …dibeliin boneka kayak punya Tika .ya..pa ya………
TARDI
Bapa nggak punya uang !
Kata TARDI ketus .
RANI
Kalau gitu Rani minta uang buat jajan deh pa !
Sama buat uang SPP yang nunggak lima bulan pa…. Kan malu ama guru ama temen – temen Rani .
Ya pa ya…….. .
TARDI
Bapa nggak punya uang Rani…………..(menggeramkan giginya karena kesal )
RANI
Pa……minta uang ,nggak jajan juga Rani nggak apa-apa buat bayar SPP aja deh pa ………. .
TARDI
Rani kamu nggak ngerti yah apa kata bapa ,bapa nggak punya uang ,ngerti !
Mendengar Tardi berteriak dengan memukul meja
RANI nangis pada ibunya .
NINING
Akang ini kenapa sih teriak-teriak sama anak ,malu atuh Kang ama tetangga .
TARDI
Ini lagi punya istri bawel banget ,mana makannya ! sini aku lapar (merebutnya dari NINING,dilihatnya nasi doang)Mana temen nasinya ?
NINING
Ya.Cuma itu aja atuh Kang da nggak ada apa-apa lagi !
TARDI
Kamu mau berbohong sama saya !Kamu mau ngerjain saya ya Ning! Kamu mau buat saya mati kelaparan ya !
TARDI melemparkan piring dan berbalik membelakangi NINING.
NINING
Ya mau makan sama apa lagi atuh Kang ,Akang Cuma ngasih duit sedikit mana cukup buat beli temen nasi ,anak kita juga makannya Cuma sama garam nggak protes .Na ini Akang ngasih duit nggak pernah cukup buat makan ,nasi aja kita harus ngutang, sekarang kan beras aja nggak bisa sekilo seribu kang,Orang miskin kayak kita mana bisa beli beras yang harganya diatas Rp.2000 lagian kalo ada yang murah juga ,kita nggak bisa beli banyak-banyak kang .sekarang kerjaan Akang apa coba , Akang pulang abis mabok-mabokkan ,perhiasan saya di jual buat judi ,jangan-jangan nanti Akang ngegadaiin ni rumah buat dipake judi juga .Nantinya kita mau tinggal dimana Kang ?,anak kita mau dikasih makan apa Kang ?.Mau Akang kasih makan Batu . Emangnya Akang juga mau makan batu apa .
Saya kesel ama Akang ,dan kadang saya merasa menyesal kawin sama Akang .
TARDI
Kamu bilang apa Ning !
TARDI menenteng tangannya di pinggang
NINING
Saya ……….menyesal kawin sama akang ,akang puas .
Tangan TARDI menampar pipi NINING ,NINING memegang pipinya yang kesakitan, Mata NINING terlihat sinis pada TARDI .
RANI ……hanya bisa menangis melihat kedua orang tuanya bertengkar .
NINING
Akang puas ! itu cukup buat akang ,Nining lebih bahagia kang kalau akang mau sadar akan apa yang telah akang lakukan karena akang akan lebih mendapatkan kesakitan yang lebih dari tamparan ini.
NINING pergi kekamar .
TARDI
Kenapa nggak ada yang mau ngerti saya !
Kenapa !
TARDI mulai mengobrak-abrik rumah ,menendang meja memecahkan vas bunga ,memukul tembok ,lalu di depan pintu . RANI yang sejak tadi menangis melihat kepada Bapanya itu .
TARDI
Apa lagi ! kamu mau minta uang !
RANI
Ibu…………….!(nada ketakuatan)
RANI Berlari menuju tempat ibunya
TARDI
SIALANNNNN……………………!
TARDI menbuka pintu dan menutup pintu dengan kasar,lalu pergi .
CUT TO.
05. EXT.SEKITAR TERMINAL .SIANG
Tardi ,Badrun, sopir(oman ) ,Calo 1 figuran penumpang
TARDI sedang meminta uang komisi dan pajak pada semua supir .
TARDI
Drun tarikin komisinya !
Sambil menghitung uang TARDI berjalan memantau anak buahnya yang meminta komisi pada sopir setelah menaikkan para penumpang …… .
BADRUN
Oke Bos !
(Bicara pada sopir )
Cepetan dong Bos nunggu tuh !
SOPIR
Lima ribu yah Drun !
BADRUN
Ya Abang ….masa Cuma lima ribu ,cari penumpang kan lumayan susah Bang !Tambah lima ribulah Bang buat uang rokok ,kalau nggak saya bener-bener lapor lho…ama bos nggak ngasih kayak biasanya . (mata BADRUN meneleng ke arah TARDI)
SOPIR
Kalo bagian duit aja, lo pintar cari alesan .
Nih tapi bener ya lo nggak bakalan lapor sama bos kan uangnya udah dikasih .
BADRUN
Kalo gitu tambah dong .
SOPIR
Ah mata duitan lo, nih!
(menggerutu)Ah……dimana –mana pungli aja melulu ,bisa-bisa gua nggak bakalan lagi bisa beli solar nih .
BADRUN
Makasih ya Bang !mmmuah(mencium uang yang diberikan )
BADRUN memainkan beberapa uang receh ditangannya.
TARDI
Drun sini !
(BADRUN DATANG )
Suruh kumpul anak-anak
BADRUN
Woiiiiii setor ama Bos cepet !
PARA CALO berkumpul duduk di depan sebuah kios mengelilingi TARDI.
CALO 1
Wah Bos tumben-tumbenan belom waktunya kumpul udah disuruh beres-beres .Sibuk ya Bos !
Mata TARDI menoleh ke arah calo yang sedang berbicara itu . BADRUN yang melihat kekurang senangan Bosnya langsung memberi isyarat pada calo itu dan menyuruhnya diam dengan menendang kakinya. BADRUN mengambil coca-cola untuk bosnya dari lemari pendingin di kios itu .
CALO II
Si Amon kemana …….kok dia nggak setor .
CALO III
Kalo tadi sih gua lihat dia pulang duluan .
BADRUN
Biar aja deh kalo dia, biar gua yang atur ,itu gampang……… .(melemaskan jari-jarinya).
Ayo cepet setor ama bos cepet-cepet .
PARA CALO memberikan separuh dari uangnya pada TARDI.
Jauh di belakang PARA CALO itu ,seorang wanita (masih muda ) sedang memperhatikan TARDI sambil memegangi dagunya .CAMERA ZOOM IN TO wanita muda .
CUT TO .
06. INT. SEBUAH KANTOR / INSTANSI . PAGI
Pimpinan, Karyawati 1(Arin), 2(Lia) & 3(Dewi)
MUSIC : Theme Song / Illustrasi
BEBERAPA KARYAWATI di Front Office sedang bekerja .
KARYAWATI III
Lebih baik kalau mau irit, sesuatu yang dianggap tidak perlu tidak usah dikeluarkan .Jadikan pengeluaran keuangan bisa sedikit berhemat .
KARYAWATI II
Kalau yang ini ,ininih masalah yang ini gimana ?
KARYAWATI III
Kalau yang itu sih gampang lagi ,sekarang kalau ada staf yang mau cash bon jangan dulu di percaya .
KARYAWATI II
Oooooo ……gitu ….eh .ngomong-ngomong soal percaya nggak percaya ,kamu tahu nggak si Nining .
KARYAWATI III
Nining mana ?
KARYAWATI II
Masa kamu nggak tahu Nining …….staf baru kita itu ……..
KARYAWATI III
Oooooo…….Nining yang kerja di bagian majalah KIAT itu .
KARYAWATI II
Bener-bener ,emangnya kamu nggak tahu kabar tentang suaminya itu .
KARYAWATI III
Kabar apa ? tentang suaminya ?nggak………
Suaminya baik-baik aja kan ?
KARYAWATI I melewati KARYAWATI II dan III ,setelah sekilas ia denger-denger tentang suami Nining .
KARYAWATI I
Emangnya ada apa sih dengan suami Nining (duduk di dekat mereka )
KARYAWATI II
Kalian udah pada tahu belum tentang kerjaan suaminya Nining itu !
KARYAWATI III
Dia pernah bilang ama aku kalau suaminya itu kerja di Bank .Nggak ada yang aneh kan !
KARYAWATI I
Lho ! kok beda yah kalau si Nining tuh bilang ama aku suaminya itu pegawai Negri .
KARYAWATI II
Alah…..itukan bisa-bisanya si Nining aja buat nutupin imagenya ,diakan pasti malu ngakuin apa kerjaan suaminya .
KARYAWATI I & III
Emangnya apa? (karena bersamaan merekapun berpandangan ,lalu tertawa )
KARYAWATI II
Kalian nih mau latihan nyanyi yah pake koor segala. Sini ,sini deh deketan aku kasih tahu (merekapun semakin mendekat ,wajah-wajah mereka serius ). Tadi pagi aku nganter sodara sepupu aku yang ikut nginap disini dua hari ke terminal ,kalian pernah lihat foto suaminya yang ada di dompet kan .yang lagi kawinan (mereka mengangguk). Eh di terminal kan suka banyak preman yang suka nyaloinkan ?
KARYAWATI III
Maksud kamu suaminya si Nining itu preman terminal gitu ! Ah jangan becanda kamu Lia masa seganteng itu kamu bilang dia kerja di terminal .
KARYAWATI II
Stttt kamu bicaranya jangan keras-keras nanti kedengaran ke kantor Pimpinan lagi !
KARYAWATI I
Pak Ismail lagi keluar kok ke kantin , lima belas menit lagikan jam istirahat .
KARYAWATI II
Ya… tadinya aku juga nggak yakin ,emang sih dari penampilan dia nggak mirip sama yang di foto tapi seudah aku perhatiin lebih seksama emang bener kok dia .ayu deh kalo nggak percaya nanti sepulang dari kantor kita ke terminal ,kita pura-pura beli baso deh kesana . disana kan ada baso baru yang super enak ,lagian hari ini kan kita gajihan .
KARYAWATI III
Ceritanya kita jadi ditektif nih …….
KARYAWATI I
Gini aja deh kita taruhan kalau bener suaminya itu …..preman terminal kamu traktir aku ya Dew!tapi kalau bukan……
KARYAWATI III
Eh ada Pak Ismail, ada Pak Ismail……….
Merekapun kembali pura-pura sibuk .
PIMPINAN(Pak Ismail)
Assalamu’alaikum …
PARA KARYAWATI spontan menjawab dalam situasi kekagetannya.
PARA KARYAWATI
Wa’alaikum salam ….
CAMERA FOLLOW TO PIMPINAN yang kemudian memasuki Ruang Kerjanya.
CUT TO.
07. EXT. SEKITAR SEBUAH KANTOR / INSTANSI . SORE
Pimpinan, Karyawati 1,Nining
MUSIC : Theme Song / Illustrasi
PIMPINAN menuju Meja Kerjanya, mengeluarkan beberapa buku dan kertas dari dalam tasnya, namun tampak di raut mukanya bahwa Ia terganggu dengan omongan Karyawannya yang barusan sempat terdengar olehnya.
PIMPINAN
(BICARA SENDIRI)
Siapa Karyawan yang berani-berani mabok ?
Untuk memuaskan rasa penasarannya PIMPINAN memanggil KARYAWAN I lewat pesawat PABX.
(BICARA PADA PESAWAT)
Rin, coba kamu ke Ruangan saya sebentar.
KARYAWATI yang dipanggilnya ke ruangannya itu ia tanyai , ARIN menceritakan semuanya pada pimpinan secara panjang lebar akhirnya legalah pimpinan mendengar semuanya .NINING yang telah tahu keberadaan gossip itu, kian hari kian tertekan dan mulai tak nyaman bekerja,ia selalu menundukkan wajahnya bila bertemu dengan karyawan lain .suatu hari NINING dipanggil oleh PIMPINANnya yang ingin mengecek kebenaran gossip itu .
PIMPINAN
Bukannya saya tidak adil pada kamu tapi semua gossip ini dapat berpengaruh pada aktifitas pekerjaan kantor jadi… saya harap kamu bisa menghadapinya secara bijaksana jangan sampai semua pekerjaan jadi terluntang-lantung karena gossip ini .
NINING
Saya akan berusaha PAK !
NINING keluar dan menutup pintu dengan wajah yang lesu tertunduk,malu dan takut menghadapinya .
CUT TO.
08. INT/EXT. SEKITAR TERMINAL-RUMAH KOSONG. MALAM
Tardi, Badrun, Teman Tardi/Figuran
Ruangan berlampu redup itu membuat sekitarnya semakin kusam ,TARDI,BADRUN dan Beberapa temanya sedang mabuk-mabukkan di sudut ruangan, sebagian lainnya sedang bermain judi .
TARDI
Minum lagi Drun ,kamu suka birnya kan !
BADRUN
Tenang Bos gua masih punya duit buat beli lagi minuman surga ini .Masih kuat kok Bos ,masih kuat! (MABUK,sambil mengankat botolnya ).
TARDI
Tumben kamu dapat uang banyak hari ini Drun! Dapat malakin dari mana ?(TARDI memegang botol sambil menghisap rokok).
BADRUN
Amon Bos ? tadi gua gebugin ,abis diakan nggak setor ama lo Bos .
TARDI
HA….ha….ha…si Amon lo abisin ,bagus-bagus lo emang anak buah gua yang paling hebat !(menepuk-menepuk punggung BADRUN)
Tiba-tiba dari tengah kegelapan Amon muncul dengan membawa pisau ,sambil berucap:
AMON
Gua bunuh lo Drun ,Gua bunuh lo !
CALO II
Heh Drun kenapa muka lo bonyok ,ketabrak beca yah !
CALO I
Nggak paling dia abis berantem ama anjing kampung .
Semua orang menertawakannya ,namun AMON tidak memeperdulikan mereka .AMON langsung aja mengarah pada BADRUN yang sedang tertawa terbahak-bahak .Setelah ada di belakang BADRUN , AMON langsung menusuk punggung BADRUN . Seringai-seringai tawa langsung berubah jadi tegang ,semua orang langsung berdiri dan memukuli AMON . TARDI hanya melihat teman dekatnya itu dengan tatapan tak kuasa ,lalu tiba-tiba ia menangis . Semua orang mulai beranjak dari situ,
CALO II
Kabur Bos ,kabur!
TARDI
Drun,Drun….!(TARDI menggoyang-goyangkan badan TADRUN ,ia tak peduli bajunya basah terkena darah )
Tak ada mabuk yang hinggap di dirinya ,yang ada hanya rasa penyesalan dalam diri TARDI .Perasaannya semakin tak menentu .Di jalan ia sudah tak karuan ,ia menangis sambil meneriakkan nama Badrun .
TARDI
BADRUUNNNNNNNNNNNNNN
(Teriak di tengah jalan sambil terduduk lemas)
Dalam sebuah pesta minum dan narkoba di sekitar terminal, BADRUN, teman TARDI meninggal karena over dosis. Kejadian itu ternyata telah membuat mata TARDI terbuka dan ingin insaf serta kembali ke jalan yang benar.
05. INT. RUMAH NINING. MALAM
Tardi, Nining
Dalam kondisi mabuk, pulang dari Terminal, NINING dengan sabar membukakan pintu serta meladeni sebagai harusnya seorang istri ; membukakan jaket, sepatu serta menghidangkan makan serta minum. Sambil makan TARDI menceritakan kejadian yang menimpa BADRUN, tak disadarinya ia menceritakan kejadian itu sambil berurai air mata mengingat maut datang kapan saja. Saat itu kebetulan menjelang subuh, TARDI mengambil air wudlu untuk sembahyang subuh.
06. EXT. RUMAH NINING. SIANG
Nining
Sementara itu, NINING pulang masih siang –menjelang Sembahyang Jum’atan. Ia telah membelikan seperangkat pakaian sholat yang baru buat suaminya.
07. INT. RUMAH NINING. SIANG
Tardi, Nining
TARDI tengah mencoba pakaian dan Sarung serta Kopiah yang dibelikan oleh NINING.
08. EXT. SEKITAR RUMAH NINING – HAL. MESJID. SIANG
Tardi, Masyarakat
Penampilan TARDI dalam pakaian yang tak biasanya membuat tetangganya pangling bahkan menyangkanya sebagai Ustad yang tengah bertamu ke rumah NINING. Di sepanjang jalan Para Tetangganya menyapa dengan takjim hingga TARDI sampai di Mesjid tempat Jum’atan.
09. INT. MESJID. SIANG
Tardi, Masyarakat
TARDI duduk di pinggir bagian tengah Mesjid. Secara kebetulan hari itu, Khotib yang seharusnya memberikan khotbah Jum’at berhalangan hadir karena sakit. Ketua DKM mempersilahkan TARDI –yang dikenalnya sebagai Ustad tamu, untuk memberikan khotbah.
Dalam kekhusuan thaubatnya serta dalam kebingungannya karena tak tahu apa yang mesti disampaikan pada khutbah itu, TARDI terdiam. Sementara itu Hadirin Sidang Jum’at menyangkanya bahwa Ia menginginkan suasana mesjid yang tenang, hingga kemudian Hadirin saling berbisik untuk menyuruh diam pada sesamanya.
Dalam kebingungan itu, kata yang keluar dari mulut TARDI hanyalah perintah agar Hadirin keluar dari bangunan mesjid itu.
10. EXT. MESJID. SIANG
Tardi, Masyarakat
Dalam kebingungannya para hadirin hanya bisa menurut Khotib yang menyuruhnya keluar, hampir bersamaan dengan keluarnya TARDI yang paling terakhir/belakangan, mesjid itu rubuh karena memang bangunannya telah tua.
11. EXT. SEKITAR PERKAMPUNGAN. SIANG
Masyarakat
Gossip yang beredar dikalangan masyarakat bahwa Ustad tersebut telah ma’rifat sehingga waspada dan tahu akan keberadaan mesjid yang akan roboh. ***
PARA PEMAIN / TOKOH :
1.Tardi
2.Nining
3.Anak
4.(Oman) Sopir
5.Badrun
6.Kenek
7.PENUMPANG I (♀)
8.PENUMPANG II (♀)
9.PENUMPANG III ( ♂)
10.Pimpinan
11.Figuran :
Penumpang
Karyawan
Calo
12.Masyarakat :
Di Jalan
Di Mesjid / Jum’atan
gw bikin p yah?
Aku jadi bingung dengan apa yang sedang aku hadapi, mungkin aku bisa dianggap sebagai orang yang plinplan, tidak punya prinsip, tidak punya pendirian. Tapi apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku pikirkan. Mulai darimana aku harus menentukan masa depanku, sebenarnya apa yang ingin sekali aku harapkan, aku juga nggak tahu, sebenernya apa yang menjadi tujuan hidupku? Apa yang aku sukai? Apa yang aku harapkan untuk diriku?.
Pikiranku mulai bimbang, setelah mendengar penuturan dari om Jun, seorang wakil ayahku yang sekarang masih kerja di sebuah lembaga Local Education Center sebuah yayasan pendidikan pengembang mutu SMP swasta di kabupaten.aku mulai bimbang,pikiranku mulai ngga jelas, apa yang aku dengar dari om jun tentang penilain memang benar. Apa yang aku kerjakan bisa dilihat oleh orang yang memang benar-benar tahu ataupun tidak, jika yang melihatku adalah orang-orang yang tidak mengerti maka ia akan berpikir yang aku lakukan adalah salah, dan jika ia adalah orang yang tahu akan apa yang akulakukan ia akan mengatakan bahwa aku benar. Pemahaman orang lain membuat aku berpikir ” apa yang sebenarnya didengar oleh ayahku, darimana sebenarnya ia mendengar? Apakah dari golongan orang yang mengerti dan faham akan apa yang aku lakukan atau dari orang yang tidak faham?”. Padahal apa yang mereka mengerti tentang diriku? Tidakada ! yang mereka pikirkan tidak semuanya benar……………
Wajah ini bukan wajahku.Senyum nyinyir ini bukan senyumku.Canda ini tidak ada lagi dalam ucapku. Aku seperti binatang yang sedang diajari bertatakrama. Dimana aku makan, Dimana aku minum, Dimana aku hajat.
Jika aku salah sedikit saja, aku akan dianggap banyak melakukan kesalahan, aku akan dianggap telah mengecewakan, dianggap inilah, dianggap itulah. Apa yang dia dengar, tidak semuanya benar. Semua keslahan selalu direview kembali disebut satu persatu yang ada dimasa lalu, aku yang pernah ini, aku yang pernah itu, kenapa dia selalu melihat kepada apa yang telah aku lakukan dimasa lalu, kenapa harus dihubung-hubungkan kepada semua yang telah terjadi. Kita hidup ke depan kepada apa yang telah kita rekam untuk masa depan, ini adalah proses.
Aku memang telah mengambil keputusan, tapi senyumku mulai menjadi buatan, tawaku terkadang mulai hambar untuk diriku, wajahku mulai banyak tertekuk. Bahagiaku terasa hanya sementara, sedangkan dalam pikiran ini ada sesuatu yang tidak pernah disampaikan. Ada sesuatu yang membuat bahagia untukku kembali sembunyi. Aku nggak mengerti dengan hidup ini, dengan apa yang sekarang sedang aku jalani, dengan kehidupan yang bukan berawal dariku.
Kepalaku mulai ingin meledak, aku mulai mengerti tapi tak mengerti, kata ”iya” keluar dari mulut tapi terasa bisu. Aku sedang belajar tapi bukan mempelajari, aku sedang membaca tapi mata seakan buta, aku sedang diberitahu bukan ingin mengetahui, aku mungkin salah tapi tidak semuanya salah. Hanya sebagian yang benar, aku membela diri dianggap kurang ajar, mulutkupun seakan terkunci dan tidak bisa bicara.
Apa sebenarnya yang sedang ingin aku hadapi sekarang aku jadi tidak mengerti, apa yang ingin aku capai? Aku jadi tidak tahu, seakan semua buyar begitu saja, jadi tidak faham untuk apa sebenarnya hidup ini.
Hari ini Rabu, 19 April 2006. Ilah seorang teman, mantan pacar, sahabat, saudara, kerabat, datang kepadaku untuk menawarkan sebuah kesempatan bisnis padaku. Aku senang dia datang menemuiku, ada jiwa yang terhibur, ada senyum yang seakan tidak dipaksakan. Saat itu aku memakai setelan kemeja hitam dengan celana cut bray dan sendal entah hak-nya 5 atau 7 yang pasti membuat kakiku mulai lecet. Pakaian yang biasa tidak kupakai, pakaian yang menggambarkan betapa dewasanya aku, bahwa aku seorang pekerja, seorang karyawan. Aku sedang diajari bagaimana menjadi dewasa, apa memnag sudah saatnyakah? Saat teman-temanku disana menggunakan celana jean’s dengan baju kaos oblong dan jaket, dengan tas terselendang sebagai seorang mahasiswa, apa memang aku belum dewasa? apa aku memang harus mulai bekerja? Aku tetap tidak mengerti, apa sifat, karakterku tidak sama dengan manusia-manusia seumurku? Apa sekanak-kanak itukah aku?.
Apa benar aku akan diajari tentang arti sebuah kedewasaan? Seperti apa seh rasanya dewasa? Apa akan lebih baik dari sekarang? Ayahku terkadang sering menyebut-nyebt tenatng masa lalu, menghubung-hubungkan kesalahan hari ini dengan masa lalu, menggambarkan betapa kecilnya aku, betapa aku tidak berarti, betapa aku tidak bisa memaafkan diriku untuk segala kesalahan yang telah aku lakukan dimasa lalu saat aku mengingatnya. Cerita apa lagi yang sekarang sedang aku jalani, aku berusha tersenyum padahal aku sedang ingin menangis.
Kemana aku yang semangat, kemana aku yang menggebu-gebu, kemana aku yang………
Apa yang sedang aku mainkan, jadi siapa aku ini?
diskusi
di dunia kita hidup berpasang-pasang.
tapi bagai mana orang yang selama ini kita kecengin(incer) ternyata di sekai oleh kakak/adik/sahabat/teman apa yang kamu lakukan?
17 tahun duduk roda
Ibu segalanya bagi kita. Ibu adalah orang yang mengandung kita selama sembilan bulan. Ibu orang yang mengasuh kita dari kecil sampai sekarang. Ibu adalah seorangpendidik,pelatih,pengarah bagi kita. Ketika seorang ibu sakit,apakah anak-anaknya tidak merasa sedih?
Anak itu pasti menangis dan sedih. Ibu yang telah mendidik dan mengasuh kita kini duduk di kursi roda selama 17 tahun. Ibu itu sudah tak bisa lagi apa-apa. Hidup tidak, matipun tidak. Ibu itu dulu adalah seorang guru Fisika di salah satu SMP ternama di Garut. Karena penyakit yang di deritanya tidak kunjung sembuh maka ibu itu pensiun.
Ibu itu bernama ibu Iis Suhanah(48). Ibu Iis memiliki tiga anak yang
|
dilahirkannya dan tiga anak asuhnya. Mereka tinggal di sebuah kota yang berada di jalan Galumpit no.2468 Rt/Rw:03/25 kota kulon garut kota. Anak pertamanya bernama Cipta (21)bekerja di sebuah perusahaan swasta. Yang kedua Nisa(19) dia Kuliah di salah satu Universitas di Bandung. Anak ketiga M.Pinter(17) masih sekolah di salah satu sekolah Aliah di Garut. Anak asuhnya bernama Ai(15),Siti(15),dan Cepi(15) mereka berasal dari Bungbulang-Garut.Mereka duduk di kelas 1(satu) sekolah menegah atas disalah satu sekolah terbaik di garut. Mereka kini tinggal berlima karena anak ke-2 merantau ke kota Bandung.
Ibu sudah di pernah rawat di beberapa rumah sakit yang ternama. Dari kota Garut sampai Jakarta, akan tetapi dokter-dokter yang menanganinya menyerah. Karena penyakit yang di derita ibu itu sangat langka di temui, para dokter menegaskan bahwa Ibu Iis bisa sembuh dengan cara operasi, akan tetapi kemungkinan berhasilnya 0.2 persen. Ibu Iis juga sudah di bawa ke ahli pengobatan tradisional sampai sekarang.Ibu Iis itu orangnya sabar walaupun telah di sakitin hatinya oleh suaminya yang telah menikah lagi, tapi dia selalu memaafkannya.Ibu Iis juga tidak malu dengan kondisinya sekarang.Ibu Iis itu sangat pandai.walaupun jawabannya tidak terlalu dimengerti oleh sebagian orang tapi tetangganya selalu menghargai Ibu Iis. Ibu Iis sangat baik pada tetangga disini,walaupun Ibu Iis itu sudah tak bisa lagi apa-apa tapi dia punya semangat hidup yang sangat kuat.
Kami dapat bersyukur kepada allah karena kami masih dapat berkumpul sampai sekarang dengan keaadan yang sederhana ini.
Banyak orang tidak dapat menerima kekurangannya. Padahal banyak orang yang kurang beruntung dari kita, akan tetapi mereka selalu bersyukur karena setiap orang mempunyai kekurangan dan dari kekurangan itulah mereka dapat mengetahuai kelebihan mereka. Setiap anak harus sayang kepada ibunya karena beliau telah mendidik ,mengasuh,memberikan kasih sayang tanpa rasa lelah dan letih.Karena surga ibu ada di telapak kaki ibu.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Arsip
- Maret 2009 (3)
- Februari 2009 (2)
- Desember 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS